Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Clinical Trial on the Efficacy of Sandostatin Compared to Pituitary Extract toward Melenial Hematemesis Caused by Variceal Haemorrhage (Uji Klinis Effektivitas Pemberian Sandostatin pada Penderita Hematemesis Melena Akibat Pecahnya Varises Esofagus Dibandingkan dengan Pemberian Ekstrak Pituitary)

Hadi, Sujono - Nama Orang;

Fifty patients entered into a prospective clinical trial comparing the efficacy of sandostatin, and pituitary extract in controlling acute variceal haemorrhage. All patients were hospitalized in Hasan Sadikin and St. Borromeus Hospital, Bandung from March until December 1993. Endoscopic were performed to confirmed the diagnosis before medical treatment. Group I, 25 patients were treated with pituitary extract. There were 4 females and 21 males. The youngest 24 and the oldest 64 years, with a mean age of 53.1 years old. Group II, 25 patients were treated with sandostatin. There were 6 females and 19 males. The youngest 24 and the oldest 74 years with a mean age of 57.1 years old. The average dose of pituitary extract was 20 ampules and in sandostatin 5 ampules. Bleeding stopped in 9 patients (36.0 percent) of patients treated with pituitary extract, and in 18 patients (72.0 percent) treated with sandostatin. The mortality rate in 10 patients (40.0 percent) in group I, and in 5 patients (20.0 percent), in group II rebleeding occured in 9 patients after 8-32 hours treated with sandostatin. According to above data, it is concluded that sandostatin was significantly more succesful in controlling acute variceal haemorrhage than pituitary extract. Besides, no side effects were observed during treatment with sandostatin.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
A00000846
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
,21(4):269-275
Penerbit
: .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
esophageal diseases
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?