Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Perbandingan Efektifitas Dosis Sekali Minum Artemisinin-Naftokuin dengan Dihidroartemisinin-Piperakuin pada Pengobatan Pasien Dewasa Malaria Falsiparum tanpa Komplikasi

Hadjar Siswantoro - Nama Orang; Emiliana Tjitra - Nama Orang; Armedy Ronny Hasugian - Nama Orang; Telly Purnamasari - Nama Orang; Sri Laning - Nama Orang; Lidwina Yanuar - Nama Orang; Tersila Dedang - Nama Orang;

A practical and simple Artemisinin based combination therapy (ACT) with good compliance in adult patients for all malaria species has been shown in the first article: “Efficacy and Safety of Artemisininnaphthoquine versus dihydroartemisinin-piperaquine in adult patients with uncomplicated malaria: a multi-centre study in Indonesia”. It is worth to add data safety and efficacy of single dose artemisininnaphthoquine (ANT) compared with dihydroartemisinin-piperaquine (DHP) in adult patients with P.falciparum malaria.

The aims of this study is to compare safety and efficacy of ANT with DHP in adult patients with uncomplicated P.falciparum malaria. this study is a clinical trial phase III, randomized, open-label using unsealed envelopes, using WHO protocol to measure efficacy of antimalaria drug with 42 days of follow-up.

The results show the efficacy of ANT and DHP at day 42 was 100% (74/74) and 97.1% (66/68), respectively with 2.9% (2/68) late treatment of failure for DHP. Adverse event was 2.5% cough after ANT treatment, and 1.4% cough after DHP treatment. The conclusion is that single dose of ANT is safe and very effective similar with DHP single daily dose for three days for treatment adult patients with uncomplicated P.falciparum malaria.

Keywords : malaria, dihydroartemisinin-piperaquine, artemisinin-naphthoquine, Plasmodium falciparum, Indonesia.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Media Litbangkes, 24 (3) : 129-136
A0004529
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Media Litbangkes, 24 (3) : 129-136
Penerbit
Jakarta : Puslitbang Ekologi Kesehatan,Badan Litbangkes., 2014
Deskripsi Fisik
8p
Bahasa
ISBN/ISSN
0853-9987
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
malaria
plasmodium falciparum
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?