Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Formulasi Selai Pisang Raja Bulu dengan Tempe dan Daya Simpannya

Dian Sundari - Nama Orang; Komari - Nama Orang;

Background: Jelly or jam is preserved foods, typically made from fruit by adding sugar or concentrated dektrosa with total dissolved solids content of at least 65%. Factors to consider in making butter, among others, temperature and sugar content of pectin and citric acid. Some aspects include the type of pectin, acid type and quality of fruit used and the cooking and filling procedures can also impact on the quality of butter, good physical stability and microorganisms. Methods: The addition of tempe in a jam aims to improve the nutritional value of vegetable protein. The study covers the development of formulations of jam, jelly organoleptic test to determine who was elected and also chemical analysis such as protein content, ash content and total sugar content as well as microbiological testing TPC to save power jam. Results: The results showed that the organoleptic test of banana jam and tempe is jam treatment A with the addition of citric acid: pectin = 0.5%: 1%. Results of chemical analysis of the average protein content of 6.1%, an average ash content of 1.80% and average total sugar content 35.57%. During the storage up to week-3, the jam has an average water content of 25.31%- 26.25%; pH range from 5 to 6.15; aw values ranged from 0.75 to 0.83 and the average TPC 1.6 x 102 to 2.2 x 103. From the microbiological test, jam-elect still worth consumed up to week-1 because his total number of microbes that is 4.7 x 102 is still below the maximum limit TPC jam by SNI (5 x 102 colonies / gram).


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Penelitian Gizi dan Makanan, 33 (1) 2010 : 93-101
A0001518
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Penelitian Gizi dan Makanan, 33 (1) 2010 : 93-101
Penerbit
Bogor : Puslitbang Gizi dan Makanan., 2010
Deskripsi Fisik
9p
Bahasa
ISBN/ISSN
0125-9717
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
tempeh
nutrition
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?