Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Museum Kesehatan


Museum adalah ruang yang menghidupkan masa lalu dan mengaitkannya dengan masa kini. Melalui koleksi benda-benda bersejarah, artefak budaya, fosil, hingga teknologi modern, museum menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan reflektif. Museum mengedukasi, menginspirasi, dan mendorong masyarakat untuk memahami nilai penting dari keberagaman dan warisan budaya.

Museum “Dr. Yap Prawirohusodo”

Museum “Dr. Yap Prawirohusodo” merupakan museum yang didirikan untuk mengenang pendiri Rumah Sakit Mata Dr. YAP, almarhum Dr. Yap Hong Tjoen dan Dr. Yap Kie Tiong yang berlokasi di Yogyakarta. Museum ini diresmikan tahun 1997 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sebagian besar koleksi berhubungan dengan peralatan kedokteran mata, peralatan rumah tangga, foto, lukisan, buku, dan benda elektronik yang berjumlah lebih dari 900 buah.

Sebagian besar koleksi yang terdapat dalam museum ini adalah peninggalan almarhum Dr. Yap Hong Tjoen dan Dr. Yap Kie Tiong. Antara lain peralatan kedokteran mata, peralatan rumah tangga, foto, lukisan, buku dan benda-benda elektronik. Lukisan potret Dr. Yap Hoeng Tjoen menjadi salah satu koleksi andalan dari museum ini. Selain itu terdapat juga koleksi piring yang merupakan penghargaan dari surat kabar harian Kedaulatan Rakyat, diberikan kepada Dr. Yap Kie Tiong atas jasanya memberi nama pada surat kabar tersebut. Total koleksi yang dimiliki oleh Museum R.S. Mata “Dr. Yap” ada sekitar 885 koleksi. Museum “Dr. Yap Prawirohusodo” beralamat di Jalan Cik Ditiro No.5 dan terbuka untuk umum dengan waktu kunjungan mulai hari Senin hingga Jum’at, mulai pukul 09.00 WIB sampai 14.30 WIB. hari Sabtu jam 09.00-13.30 WIB. Terletak cukup strategis dan dapat diakses dari berbagai sarana transportasi: 5 Km dari Bandara Udara Adisucipto, 7 Km dari Terminal Bus Giwangan, dan 3 Km dari Stasiun Kereta Api Tugu.

Museum Kesehatan Jiwa

Museum Kesehatan Jiwa merupakan museum kesehatan jiwa pertama di Indonesia dan berada di area rumah sakit Dr. Radjiman Dewiodiningrat Lawang. Museum ini dibangun sebagai apresiasi terhadap perkembangan kesehatan jiwa di Indonesia. Di museum ini terdapat benda-benda yang berkaitan dengan kesehatan jiwa sejak masa Belanda. Sampai saat ini terdapat lebih dari 700 koleksi museum, sebagian koleksi ditempatkan di gudang dan sebagian lagi ditempatkan dalam pameran museum. Selain koleksi peralatan kesehatan jiwa, ada juga proyektor, alat pasung, hingga alat musik. Saat ini museum berada di bawah kepemilikan Dinas Kesehatan dan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Kesehatan Jiwa Radjiman Wediodiningrat.

SEJARAH

RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang dahulu dikenal dengan nama RSJ Sumberporong didirikan berdasarkan Surat Keputusan Kerajaan Belanda No.100 tanggal 30 Desember 1865.  Pengerjaan pendirian bangunan RSJ baru dimulai pada tahun 1884. Sebelum dibangun, pengelolaan pasien mental diserahkan kepada Dinas Kesehatan Tentara Belanda. Pengerjaan pendirian RSJ selesai pada tahun 1902 dan siap dioperasikan pada saat itu dengan Besluit (ketetapan) penempatan tenaga dokter dan perawat di RSJ Lawang.

23 Juni 1902, RSJ Sumberporong dibuka secara resmi dengan nama “KRANKZINIGEN  GESTICTH te LAWANG” dengan kapasitas percobaan 500 tempat tidur dan merupakan Rumah Sakit Jiwa kedua di Indonesia setelah RSJ Bogor. Seiring dengan perkembangan sejarah bangsa Indonesia pada masa penjajahan  Belanda, RSJ Lawang pernah menjadi markas Tentara Belanda. Pada masa itu RSJ Sumberporong juga banyak menerima pasien dari pelosok negeri mulai tahun 1978 hingga saat ini. Pada 23 Juni 2009 bertepatan dengan hari jadi RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat yang ke-107, museum ini diresmikan dengan nama “Museum Kesehatan Jiwa”.

RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang terus berbenah diri melakukan upaya pengembangan pengobatan dan perawatan pasien dengan gangguan jiwa baik Rawat Jalan, Rawat Inap, Program Keswamas dan Penunjang  Medik.

KOLEKSI BENDA-BENDA

Di dalam Museum Kesehatan Jiwa terdapat berbagai artefak kuno dalam masa pemerintahan kolonial Belanda. Banyak ditemukan dokumen-dokumen penting sebagai bagian dari sejarah RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang khususnya bangsa Indonesia pada umumnya. Sejarah mencatat penanganan pasien jiwa sebelum mengenal pengobatan modern, sudah ada berbagai terapi yang dianggap dapat menyembuhkan gangguan jiwa, misalnya dengan perendaman (permanete baden) dengan dibungkus straight jacket, yakni jaket dengan banyak tali serta gesper dengan bukaan di bagian punggung. Di ujung lengan terdapat tali yang gunanya untuk mengaitkan dua tangan ke belakang dengan posisi sedekap.

Sebuah bukti ketidaktahuan masyarakat tentang gangguan jiwa di masa silam meninggalkan jejak kelam bagi penyandang dan keluarganya. “Pasung” dijadikan alternatif dalam penanganan pasien gangguan jiwa. Bahkan hingga kini di jaman yang serba modern, pasung masih digunakan oleh sebagian masyarakat kita. Berbagai alat kedokteran umum seperti halnya refraksi mata, bedah umum dan otopsi, pisau pemotong tulang, alat pemotong otak, centrifuse untuk penunjang medik juga bisa dilihat sebagai koleksi museum kesehatan jiwa. Besar kemungkinan pada masa itu selain memberikan perawatan jiwa,  RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang juga memberikan pelayanan perawatan umum termasuk tempat pendidikan dan penelitian tentang penyakit jiwa. Koleksi foto-foto para Menteri Kesehatan sejak era kepemimpinan Bung Karno hingga saat ini, juga berbagai foto para ahli yang turut berjasa dalam mengembangkan dunia psikiatri juga dapat disaksikan di museum kesehatan jiwa.

Semoga dengan adanya Keberadaan Museum Kesehatan Jiwa dapat mengedukasi masyarakat dan memberi pemahaman tentang sejarah kesehatan jiwa serta diharapkan dapat menjadi wahana pembelajaran mengenai perkembangan sejarah serta teknologi kedokteran dari masa ke masa, khususnya dalam bidang kesehatan jiwa.

iMuseum IMERI FKUI

Indonesia Museum of Health and Medicine atau iMuseum IMERI FKUI dikelola oleh Indonesian Medical Education and Research Institute. Koleksi di dalam museum berupa spesimen kedokteran, area sejarah pendidikan kedokteran, area kesehatan, dan area edutainment. Penyimpanan koleksi di area koleksi medis. Jenis koleksi lainnya meliputi alat bantu pendidikan kedokteran, video dan direktori media. Pemerintah Indonesia menetapkan museum ini sebagai museum rujukan nasional mengenai bidang kesehatan dan kedokteran.

Bila tertarik mengetahui lebih jauh soal kesehatan dan dunia kedokteran, iMuseum (Indonesia Museum of Health and Medicine) IMERI FKUI di Jakarta Pusat wajib dikunjungi. 

Museum ini berada di bawah naungan Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI), khususnya di klaster pendidikan. Museum ini juga bisa dijadikan lokasi penelitian berkat koleksinya yang lengkap. Terdapat beberapa ruangan yang bisa dikunjungi di museum ini.  Ada lobi, ruang spesimen, kemudian kita ada ruang video teater, lalu ruang display-nya. Ruang display ini ada dua bagian, cerita tentang sejarah pendidikan kedokteran dan juga tentang siklus hidup manusia.

Lokasi

iMuseum IMERI FKUI beralamat di Jalan Salemba Raya Nomor 6, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Jaraknya sekitar 450 meter dari Halte Busway Salemba UI.  Dari gerbang depan, berbeloklah ke kiri, lalu masuk ke gedung Fakultas Kedokteran UI yang merupakan bangunan zaman Belanda dan langsung berjalan ke arah belakang. Selanjutnya temukan gedung dengan lobi berpintu kaca, di area itulah museum ini berada. 

Jam buka dan tiket masuk

iMuseum IMERI FKUI buka setiap hari Selasa sampai Jumat, dari pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB.  Museum ini tutup setiap hari Senin, Sabtu, dan Minggu. Akan tetapi, kamu tetap bisa mengunjunginya pada hari Sabtu dengan membuat perjanjian terlebih dahulu.

Selain itu, terdapat ruangan spesimen atau ruang Medical Collection Area (Area Koleksi Medis), yang hanya bisa dikunjungi bersama rombongan minimal 10 orang dengan melakukan reservasi terlebih dahulu agar bisa didampingi pemandu.

Ruangan ini berisi koleksi spesimen anatomi, baik yang dalam kondisi normal maupun kondisi patologis, yang masih terawat dengan baik. Secara keseluruhan, koleksi di museum ini bisa mencapai lebih dari 500 buah. Harga tiket masuk iMuseum IMERI FKUI mulai Rp 25.000 per orang. Kamu bisa melakukan reservasi secara online (daring) terlebih dahulu lewat tautan di akun Instagram resminya. Pengunjung pun dianjurkan menjelajahi museum ini bersama pemandu yang sudah ahli, tarifnya mulai Rp 120.000.

Museum Dr. Soetomo

Gedung Nasional Indonesia (GNI) mulai dibangun pada 11 Juli 1930 yang awalnya difungsikan sebagai tempat pertemuan para tokoh perintis kemerdekaan dalam menyusun taktik dan strategi dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 2017 salah satu bangunan di dalam komplek GNI dipakai untuk Museum Dr. Soetomo, yang khusus menampilkan riwayat hidup Dr. Soetomo. Di dalam museum ini dapat dijumpai lebih dari 300 koleksi berupa alat-alat kesehatan dan foto-foto.

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?