Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Current Diagnosis on Parasitic Infection (Diagnosis Mutakhir Infeksi Parasit)

Muljono, Rusli - Nama Orang;

Traditionally, the diagnosis of parasitic infection is generally made by examining blood, urine, faecal and other specimens. However the results of this traditional diagnosis are still not satisfying until present. To overcome the problem other diagnostic techniques are being developed to yield better results. Recently, the immunodiagnosis and a DNA probe are used to diagnose filariasis, whereas to detect microfilaria in small quantities the polymerase chain reaction (PCR) is used. In entomology, the ELISA using monoclonal antibody against sporozoit is done in order to find/to determine various malaria vector species in various malarial endemic areas. This technique can also be developed to determine sporozoite index which is important for malaria epidemiology. For malaria immunological assays the competitive antibody binding assays and the immunoradiometric assays (IRMA) have been used to detect parasite antigen whereas soluble antigens in the plasma can be detected with monoclonal antibody (MAb) against Plamodium falciparum exoantigen (molecular weight 50 Kd). Another developed method for the diagnosis of malarial infection by detecting parasite DNA in blood is to use the quantitative buffy coat (QBC). The technique can also be used for the detection of microfilaria and other hemoparasites (e.g. Trypanosoma) in blood.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
A00000629
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Majalah Kedokteran Indonesia,45(2)1995:94-98
Penerbit
: ., 1995
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
parasitic diseases
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?