Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Theophylline Serum Level Control and Lung Function Test on Asthma Patient Managed due Standard Protocol in Lung Department Dr. Soetomo Hospital, Surabaya (Pemantauan Kadar Teofilin Serum dan Pemeriksaan Faal Paru pada Penderita Status Asmatikus yang Dikelola dengan Protokol Standar di UPF Paru RSUD Dr. Soetomo, Surabaya)

Amin, Muhammad - Nama Orang; Santoso, Herry - Nama Orang;

A study has been done on the theophylline serum levels and pulmonary function tests, comparising FVC, FEV1 and PEFR, on 21 patients with status asthmaticus, age 15 to 50 years, admitted in the Intensive Care Unit, Pulmonary Department Dr. Soetomo General Hospital Surabaya and treated with the standard protocol. Theophyllines serum levels and pulmonary functions test were measured immedistely after admission, at 7 am, 1 pm and at 7 am on the following days and also at 2 and and 4 hours after all treatment was stopped. Theophylline serum levels before treatment was 8.212 plus/minus 5.125 ug/ml. Whereas after treatment the theophylline serum levels increased to 20.369 plus/minus 4.861 ug/ml, and the theophylline serum levels 4 hours after treatment stopped was 12.739 plus/minus 3.739 ug/ml. With the standard protocol, the therapeutic theophylline serum level was already obtained and in 50 percent of the patients the therapeutic theophyline serum level was exceeded. Minor theophylline side effects such as nausea and vertigo, occured in 3 of the 21 patients. Pulmonary function tests improved in all patients. A 15 percent improvement of the FEV1 occured within 7 hours and 54 minutes, and a 20 percent improvement of the PEFR occured within 8 hours and 58 minutes. Average length of stay was 38 hours and 17 minutes.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
A00000599
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Paru,15(2)1995:49-53
Penerbit
: ., 1995
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
asthma
theophylline
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?