Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Koefesien Kappa sebagai Indeks Kesepakatan Hasil Diognosis Mikroskopis Malaria di Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur
Penanda Bagikan

Text

Koefesien Kappa sebagai Indeks Kesepakatan Hasil Diognosis Mikroskopis Malaria di Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur

fridolina mau - Nama Orang; Supargiyono - Nama Orang; E. Elsa Herdiana Murhandarwati - Nama Orang;

Blood slide examination is used as standard malaria diagnosis in Indonesia. Quality assurance for malaria microscopic examination is an important issue in the monitoring and supervision of the administration of antimalarials drugs. This step was done to determine the accuracy of the
diagnosis, thus could be used for further evaluation in improving the skills of microscopic health centre personnel.

This study aims to determine the accuracy of malaria microscopic examination at Primary health centre and District Health Office personnels in Belu District, Nusa Tenggara Timur.
The study was an observational research with cross sectional approach. The competency of primary health center and district healt office microscopist in examining malaria blood smears were evaluated using standard blood smears compared with smears from Passive Case Detection (PCD) activities. Performance in preparing blood smear were evaluatied by observation and filling the checklist. The study was conducted in April - Juni 2012 in Belu District, NTT.

Quality assurance was assessed based on the results of cross-checking and assessments of Kappa coefficient between primary health centre and district Health office microscopic personnel and those between district health centers and Department of parasitology, faculty of Medicine, (Gadjah Mada University) certified microscopic personnel. Result shows that the strength of agreement between the Primary Health Centre and the District Health Office microscopic personnel centers was "good" (kappa 0.61 to 0.80), while those between District Health Office and Department of Parasitology UGM showed poor agreement (0,20– 0,40)

ABSTRAK:

Pemeriksaan sediaan darah masih merupakan baku emas penegakan diagnosis malaria di Indonesia. Pemantapan kualitas mikroskopis malaria merupakan hal penting dalam pemantauan dan pengawasan pemberian obat anti malaria yang tepat sasaran. Pemantapan dilakukan untuk mendapatkan ketepatan diagnosis dan sebagai bahan evaluasi dalam upaya perbaikan keterampilan mikroskopis dijarak yang akan datang.

Metode penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan pemeriksaan mikroskopis malaria pada tenaga mikroskopis malaria di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kemampuan diagnosis malaria petugas mikroskopis Puskesmas dan kabupaten dievaluasi dengan pemberian sediaan darah baku maupun sediaan darah yang didapat dari Passive Case Detection (PCD). Evaluasi kinerja dilakukan dengan pengamatan dan pengisian checklist oleh peneliti. Penelitian dilakukan pada bulan April - Juni 2012 di Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Pemantauan kualitas dinilai berdasarkan hasil cross check dan penilaian koefisien Kappa antara tenaga mikroskopis Puskesmas dan mikrokopis dinas kesehatan kabupaten dengan mikroskopis parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) yang tersertifikasi, hasil kesepakatan diagnosis menunjukan kekuatan kesepakatan antara mikroskopis Puskesmas dan mikroskopis dinas kesehatan kabupaten “baik” (Kappa 0,61-0,80) sedangkan Kappa antara kabupaten dengan FK UGM nenunjukan “kurang” (0,20-0,40).


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi (BPPK) Bul. Penelit. Kes., 43(1):117-124
A0004775
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Bul. Penelit. Kes., 43(2):117-124
Penerbit
Jakarta : Sekretariat Badan Litbang Kesehatan., 2015
Deskripsi Fisik
8p.
Bahasa
ISBN/ISSN
0125-9695
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
malaria
diagnosis
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?