Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Tingkat Kerentanan Aedes aegypti (Linn.) terhadap Malation di Provinsi Sumatera Selatan
Penanda Bagikan

Text

Tingkat Kerentanan Aedes aegypti (Linn.) terhadap Malation di Provinsi Sumatera Selatan

Lasbudi P. Ambarita - Nama Orang; Yulian Taviv - Nama Orang; Anif Budiyanto, et al.-- - Nama Orang;

Dengue vector control program in Indonesia and also South Sumatera Province has been using malathion quite long enough. The extensive use of chemical in dengue vector control can lead to development of resistance.

This study aims to determine the susceptibility of Aedes aegypti against malathion in 11 district of South Sumatera Province. Larva or pupae were collected with entomology survey kit and colonized until first generation (F1) that were used for bioassay. This test was conducted according to WHO adult susceptibility bioassay procedure.Twenty five blood-fed mosquitoes were exposed to insecticide impregnated paper in each of 4 WHO test kits and 1 control tube. Aedes aegypti from all study sites were still susceptible to operational dose of malathion (5%) after 1 hour exposure. The estimated resistance ratio (ERR) of knockdown time (KT) to operasional dose of malathion is about 1,02 – 1,27 for KT50 and 0,96 – 1,24 for KT95.

The susceptibility test of adult mosquitoes to diagnostic dose (0,8%) of malathion showed a variety of susceptibility after 24 hours. Strain of 7 districts showed resistance, 3 districts toleran and 1 district still susceptible. The detection of resistance can actually help public health personnel to formulate appropriate steps in encountering the reduction in effectiveness of vector control efforts.

ABSTRAK:

Program pengendalian vektor DBD di Indonesia termasuk di Provinsi Sumatera Selatan telah cukup lama menggunakan malation dengan konsentrasi 5%. Penggunaan satu jenis insektisida kimiawi secara ekstensif dapat memicu perkembangan resistensi.

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status kerentanan Aedes aegypti terhadap malation dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Larva atau pupa dikumpulkan menggunakan alat survei entomologi dan selanjutnya dipelihara hingga mendapatkan generasi pertama (F1) yang akan digunakan pada uji kerentanan. Uji kerentanan mengacu kepada metode baku yang ditetapkan WHO. Sebanyak 25 ekor nyamuk dipaparkan terhadap insektisida pada 4 tabung uji dan 1 tabung kontrol. Strain Aedes aegypti yang berasal dari seluruh lokasi sampling menunjukkan masih rentan terhadap malation dosis 5% setelah paparan selama 1 jam. Angka estimated resistance ratio (ERR) dari knockdown time (KT) terhadap dosis operasional berkisar 1,02-1,27 untuk KT50 dan 0,96-1,24 untuk KT95.

Uji kerentanan terhadap dosis diagnostik (0,8%) menunjukkan keragaman kerentanan setelah paparan selama 24 jam. Strain dari 7 kab/kota telah resisten, 3 kab/kota berstatus toleran dan 1 kabupaten masih rentan. Deteksi resistensi dapat menjadi acuan untuk menentukan tindakan yang efektif dalam mengatasi menurunnya efektivitas pengendalian vektor.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi (BPPK) Bul. Penelit. Kes., 43(1):97-104
A0004778
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Bul. Penelit. Kes., 43(2):97-104
Penerbit
Jakarta : Sekretariat Badan Litbang Kesehatan., 2015
Deskripsi Fisik
8p.
Bahasa
ISBN/ISSN
0125-9695
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
malathion
aedes
DENGUE HEMORRHAGIC FEVER
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?