Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Deteksi Virus Rabies pada Kasus Ante-Mortem dengan RT-PCR

Agustiningsih - Nama Orang; Vivi Setiawaty - Nama Orang; Kartika dewi puspa - Nama Orang; Arie Ardiansyah Nugraha - Nama Orang;

Rabies virus detection using Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT – PCR) was considered to have high sensitivity and specificity. This method is relatively faster and easy to perform in comparison with other methods such as Fluorescent Antibody Test (FAT) and Mouse Inoculation Test (MIT). Therefore, the RT PCR method is used as ante mortem diagnosis of rabies.

A total of 74 specimens such as saliva, conjuctival swabs and under tongue swabs were collected from the bites of animal transmitting rabies cases. The 74 specimens were collected from 28 human cases of suspected rabies outbreaks in 2009-2013 that has been tested in the Virology Laboratory, Center for Biomedical and Basic Technology of Health. All specimens examined by RT - PCR method using two primer pairs that amplify the partial gene regions of the N and G genes of the rabies virus. Two of the 74 specimens gave positive results of rabies by RT - PCR, i.e saliva and under-tongue swab from human cases of animal bites in 2009. RT-PCR assay can be used for ante mortem diagnosis of the rabies virus. The laboratory results are influenced by the type of specimen and collection time.

Key words : Rabies, Outbreak, RT-PCR


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, 3 (1) : 17-23
A0004650
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, 3 (1) : 17-23
Penerbit
Jakarta : Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan., 2014
Deskripsi Fisik
7p
Bahasa
ISBN/ISSN
2301-5810
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Rabies Virus
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?