Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Kesehatan Ibu dan Bayi yang Melakukan Tradisi Sei dan Gambaran Kesehatan Lingkungan Rumah Bulat (Ume ‘Kbubu) di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Athena Anwar - Nama Orang; Rachmalina Soerachman - Nama Orang;

Tradisi sei adalah tradisi mengasapkan ibu yang baru melahirkan bersama bayinya selama 40 hari di Nusa Tenggara Timur. Selama 40 hari ibu dan bayinya harus duduk/tidur di atas bara api yang berasal dari pembakaran biomassa (kayu) di dalam Rumah Bulat (Ume ‘Kbubu). Emisi dari pembakaran bahan bakar biomassa dapat mencemari lingkungan rumah dan menimbulkan gangguan kesehatan ibu maupun bayinya.

Tujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan bayi dan kualitas udara Rumah Bulat (Ume ‘Kbubu). Studi dilakukan di Puskesmas Nulle dan Puskesmas Kie Kabupaten TTS, NTT tahun 2009

Penelitian ini menggunakan disain potong lintang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengukuran, dan observasi. Jumlah sampel adalah 189 ibu di Puskesmas Amanuban dan 169 ibu di Kecamatan Kie. Pengukuran kualitas udara dilakukan di lima rumah ibu yang sedang melakukan tradisi sei ketika sedang dilakukan wawancara.

Hasil menunjukkan bahwa proporsi ibu yang mengalami gangguan kesehatan ketika melakukan tradisi sei adalah 37,4%, dan bayi yang mengalami gangguan kesehatan sebesar 43,3%. Beberapa parameter kualitas udara dalam Rumah Bulat, seperti kelembaban, laju ventilasi, pencahayaan, kandungan debu debu/TSP dan NOx telah melampaui batas kadar yang direkomendasikan oleh Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1077/ MENKES/PER/V/2011.

Tingginya proporsi gangguan kesehatan ibu dan bayi kemungkinan disebabkan karena buruknya kualitas udara dalam ruang Ume ‘Kbubu.

Kata kunci: Tradisi sei, bahan bakar biomassa, kualitas udara dalam ruang


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Jurnal Kesehatan Reproduksi, 5 (1) : 59-67
A0004537
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Jurnal Kesehatan Reproduksi, 5 (1) : 59-67
Penerbit
Jakarta : Puslitbang Ekologi Kesehatan,Badan Litbangkes., 2014
Deskripsi Fisik
9
Bahasa
ISBN/ISSN
2087-703X
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
environmental health
INFANT HEALTH
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?