Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pengobatan Filariasis Di Desa Buru Kaghu Kecamatan Wewewa Selatan Kabupaten Sumba Barat Daya (FilariasisTreatment n Buru Kaghu Village, South Wewewa Subdistrict, Southwest Sumba District.)

Ira Indriaty P.B Sopi - Nama Orang; Majematang Mading - Nama Orang;

Lymphatic filariasis is caused by filarial worm (W. bancroffi, B. malayi and B. timori) which infects the lymph tissue. The specific objective of filariasis elimination programme wa to decrease microfilariae (Mf) rate by less than 1% in each district or city, preventing and limiting disability by using treatment Diethistarbamazine Citrate (DEC) and Albendazole. This study uses secondary data obtained from Health Departement of Southwest Sumba district and Tenateke health centers.

This review aimed to evaluate lymphatic filariasis treatment in Buru Kughu Village, South Wewewa Subdistrict. Lymphatic filariasis mass drug administration dose is 100 mg DEC and albendazole 400 mg. Mass drug administration coverage in Buru Kaghu Village was 95,10% larger than Southwest Sumba Distric (48,87%), Mf rate of 0% in 2013, with the provision of individualized treatment dose DEC 100mg, three times daily for 10 days and Chronic Disease Rate (CDR) of 1.39%. Treatment of lymphatic filariasis in the village managed to decrease mf rate less than 1% thus declared as non endemic areas of lymphatic filariasis. Counseling was needed to alleviate the suffering caused by lymphatic filariasis through morbidity management and disability prevention.

Keywords: Mass drug administration, Individual treatment, lymphatic filariasis, Bum Kaghu Village


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi SPIRAKEL, 6 (1) 2014 : 1-7
A0004495
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SPIRAKEL, 6 (1) 2014 : 1-7
Penerbit
Baturaja Sumsel : SPIRAKEL Loka Litbang P2B2 Baturaja., 2014
Deskripsi Fisik
7p
Bahasa
ISBN/ISSN
2086-1346
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
ELEPHANTIASIS, FILARIAL
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?