Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

The Recommended Time Interval of Decision to Incision in Caesarean Sec tion is not Achieved in Daily Practice (Interval Waktu Keputusan sampai Insisi yang Direkomendasikan pada Seksio Sesarea Emergensi tidak Tercapai pada Praktik Sehari-hari

Novia - Nama Orang; ROSE MAFIANA - Nama Orang; Ahmad K Syamsuri - Nama Orang; Firmansyah Basir - Nama Orang; Irsan Saleh - Nama Orang;

Abstract
Objective: To determine the mean time for decision-to-incision in¬terval for emergency caesarean section, the contributing factors for delay and the outcome at Department of Obstetrics and Gynecology Dr. Moh. Hoesin Hospital, Palembang.

Methods: The study was conducted on 555 patients who met our study inclusion criteria at our maternity unit There was 1748 deli¬veries in six months and the rate of caesarean section was approxi¬mately 37.9% (6.1% elective). An emergency caesarean section was defined as non-elective or non-scheduled cases.

Result: In this study, there was 355 emergency caesarean sections, and the mean time from decision-to-incision was 83.9±41.6 minutes. The time interval reached 30 minutes in only 8 women (2.2%). Most cases have time interval 61-90 minutes (41.1%). The main sources of delay were patient's preparations, transfer of women to the oper-ating theatre, operating theatre preparations and the start of anes¬thesia administration. The most common indication for emergency caesarean sections were dystocia, bleeding from placenta previa or placental abruption, premature rupture of membrane and fetal dis¬tress. There were significant differences in the proportion of babies born with 1 minute Apgar score


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Indonesian Journal of Obstetrict and Gynecology, 3
A0003933
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Indonesian Journal of Obstetrict and Gynecology, 3
Penerbit
Jakarta : Indonesian Society of Obstetetrict and Gynecology., 2013
Deskripsi Fisik
6p
Bahasa
ISBN/ISSN
2338-6401
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?