Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pengaruh Ruwatan Murwokolo terhadap Kesehatan (Influence of Murwokolo Ruwatan on Health)

Sugeng Rahanto - Nama Orang;

Background: ln a social life, every culture has an effort to reach tranquility of life, including health, spared from disease and the other disabilities/interference. One way to do this is by doing Ruwatan Murwokolo or Ruwatan, which comes from Javanese philosophy This means to set people free from life problems especially to those who have many complicated problems and not in a tranquility/peaceful mind. Those people are called as "sukerto" in Javanese. Someone who got ruwatan treatment is supposed to be the one who getstranquility and salvation from God. Until now, ruwatan remain its existence towards people of Java (Javanese).
Methods: This research was conducted in Surabaya by using quasi¬experimental method. Intervention was done towards a group of ruwatan participants. 6 months was taken to conduct the research. The research targets were ruwatan participants i.e. the communities who feel like "sukerio",
Results: The findings showed that respondents were mostly Islamic (96.7%), Javanese (98.3%), not married (86.7%), educationallevel from non-school/educated up to universities. Three main reasons why people take part in ruwatan are: to get improved on sustenance (60%), away from misfortune/danger (58%), away from diseases (53%). Besides, parentsare the ones who motivate the participant to do ruwatan 62%.
Conclusion: Ruwatan makes people getting better in solving the problems both mentally and socially Meanwhile, it doesn't work well in healing physically


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 15 (3) 2012:
A0003526
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 15 (3) 2012:
Penerbit
Surabaya : Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat., 2012
Deskripsi Fisik
7p.
Bahasa
ISBN/ISSN
1410-2935
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
MENTAL HEALTH
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?