Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Update on the Role of Intrapieurai Fibrinolytic Therapy in the Management of Complicated Parapneumonic Effusions and Empyema

Gurmeet Singh - Nama Orang; Zulkifli Amin - Nama Orang; Ceva W. Pitoyo - Nama Orang; Anna Uyainah Z. Nazir - Nama Orang; Cleopas M. Rumende - Nama Orang;

A parapneumonic effusion is the collection of exudative fiuid in thepleural space associated with a concurrent pulmonary infection. Parapneumonic effusions account for approximately one-third of all effusions, and about 40% ofpatients with pneumonia develop a concomitant ejfitsion. Patients with pneumonia who develop an effusion have an increased risk of morbidity and mortality. Some of the excess mortality is due to mismanagement of the parapneumonic ejfitsion. Bacterial and white cell metabolism can rapidly turn a simple exudative parapneumonic effusion into a multiloculated purulent empyema with low pH and high lactate dehydrogenase levels. The optimal approach to treating parapneumonic effusions andpleural empyemas remains controversial. Accepted management consists of systemic antibiotics and drainage of the pleural cavity, which is achieved by either medical chest tube drainage or surgery. Several investigators have studied the efficacy and safety of intrapleural fibrinolytics in the treatment ofpleural effusion and empyema. Intrapleural instillation offibriholytic agents is undertaken to dissolve fibrinous clots and membranes, to prevent fiuid sequestration, and hence to improve drainage. Recombinant deoxyribonuclease has been reported to improve drainage in a single patient who did not respond to fibrinolytic therapy.
Key words: parapneumonic effusions, empyema, intrapleuralfibrinolytics, recombinant deoxyribonuclease.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Acta Medica Indonesiana: The Indonesian Journal of
A0003466
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Acta Medica Indonesiana: The Indonesian Journal of
Penerbit
Jakarta : FK universitas indonesia., 2012
Deskripsi Fisik
7p
Bahasa
ISBN/ISSN
0125-9326
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?