Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Himenolepiasis distribution pattern in South Kalimantan (Pola distribusi himenolepiasis di Kalimantan Selatan)

Annida - Nama Orang; Lukman Waris - Nama Orang; Nita Rahayu - Nama Orang; Deni Fakhrizal - Nama Orang;

Helmintiasis generally caused by worms from Soil Transmitted Helminths group (STH) such as Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Hookworm, and Enterobius vermicularis from non STH group. Helmintiasis typical case occurred in South Kalimantan was caused by Fasciolopsis buski. But in a survey by the Indonesian agency for Vector Born Disease Research and Development Tanah Bumbu in 2008-2009 found himenolepiasis cases caused by Hymenolepis sp. Analytical observational study was conducted in 13 districts in the region of South Kalimantan, with a cross-sectional design. Stool survey carried out in two stages: the first stage in 2010 in 6 districts (Tanah Laut, Tabalong, Tanah Bumbu, Tapin, Barito Kuala, and Balangan), and second stage in 2011 in seven districts (Kotabaru, Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Banjarbaru, and Banjarmasin), for a total of 3.643 stool samples. Total himenolepiasis cases found in this study of 0.5% (20 cases) spread on the Kotabaru 0.3%, Tanah Bumbu 0.3%, Balangan 0.5%, Tabalong 0.6%, HSS 0.9%, Banjar 1.7% and the highest at Tapin 1.9%. Many aspects of the society in South Kalimantan that could cause transmission of himenolepiasis such as the habit of ealing small amount raw rice after eating ngapi nut, assuming that ha bit can prevent odors arising from eating nga pi Nut. So it is likely that rice which contaminated by fleas that brought cysticercoid of Hymenolepis consumed by people. This fact needs to be further explored in order to have a foundation for basic research and prevention programs of himenolepiasis.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Jurnal BUSKI, 4 (1) 2012 : 23-28
A0003440
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Jurnal BUSKI, 4 (1) 2012 : 23-28
Penerbit
Tanah Bumbu Kalsel : BP P2B2 Tanah Bumbu Kalsel., 2012
Deskripsi Fisik
6p
Bahasa
ISBN/ISSN
1979-2646
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
helminthiasis
MYMENOLEPIS
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?