Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Manajemen Perloperatif Epidural Hemorrhage Akibat Cebera Otak Traumatik (Perioperative Management of Epidural Hemorrhage Due To Traumatic Brain Injury)

I Putu Pramana Suarjaya - Nama Orang; A. Himendra Wargahadibrata - Nama Orang;

Epidural hemorrhages (EDH) are bleeding in epidural space, usually occur in the middle cranial fossa via laceration of the middle meningeal artery, although they can also occur in the anterior and posteri6r fossae. They are usually lenticular shaped and are bounded by suture lines where the pericranial layer of dura attaches to the skull. Classically patients suffered from EDH experience a lucid interval which is a period of intact consciousness prior to deterioration.
Clinical symptom of intracranial hematoma such as EDH, mainly depend on volume and rate the hematoma formed. tf the intracranial hematoma formed rapidly, there will be a sudden rise on ICP which led to neurologic deterioration that could be deleterious. Perioperative management of intracranial hematoma such as EDH is to maintain brain perfusion and oxygenation, control the ICP, and surgical decompression in some cases. We are discussing perioperative management of two cases suffered from EDH due to traumatic brain injury who underwent emergency craniotomy for clott evacuation. These are important injuries to identify; if detected early they are usually associated with good outcome and have a mortality of less than 10%. Early bleeding control and hematoma evacuation are very important to patient safety and avoid any permanent neurologic injury.
Keywords: EDH, Perioperative Management, Traumatic Brain Injury


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Jurnal Neuroanestesia Indonesia, 1 (1) 2012 : 10-1
A0003110
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Jurnal Neuroanestesia Indonesia, 1 (1) 2012 : 10-1
Penerbit
Bandung : Indonesian Society of Neuroanesthesia & Critical Care INA_SNACC., 2012
Deskripsi Fisik
6p
Bahasa
ISBN/ISSN
2088-9670
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?