Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Neonatal Haemoglobin and Haematocrit Level on Delayed Cord Clamping

Kms Yakub - Nama Orang; Nuswil Bernolian - Nama Orang; Wim T. Pangemanan - Nama Orang;

Objectives: To assess neonatal haemoglobin and haematocrit level during delayed cord clamping on normal delivery. Methods: This was a randomised control trial with simple random sampling method. During March until June 2011, we collected blood sample from venous umbilical cord on newborn baby. Twenty babies were assigned to the first group, of which the clamping of the umbilical was delayed until 2 minutes (DCC). The other 20 babies were assigned to the second group, of which the clamping of the umbilical was performed as early as 10 second (ECC) after delivery of the whole body of the baby. The haemoglobin and haematocrit level was noted and compared between two groups using Mann-Whitney U test in SPSS 16 for Windows. Result: There were no difference on maternal characteristic between two groups, except for the maternal education and maternal economic status. The median neonatal haemoglobin level on DCC group was 15.77 g/dl and on ECC group was 14.36 g/dl. There was statically significant higher neonatal haemoglobin level on DCC group (p=0.005). The median neonatal haematocrit level was 44.1% on DCC group and was 43.35% on ECC group. There was no difference on neonatal haematocrit level between two groups (p=0.652).Conclusion: Delaying cord clamping until at least two minutes after delivery could increase haemoglobin level on newborn babies. Therefore, this method was suggested for every delivery in area where there is a risk of anemia in neonates such as Indonesia. [Indones J Obstet Gynecol 2012; 36-1:24-7]Keywords: delayed cord clamping, haemoglobin, haematocrit


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology, 3
A0003058
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology, 3
Penerbit
Jakarta : Indonesian Society of Obstetrics and Gynecology., 2012
Deskripsi Fisik
4p
Bahasa
ISBN/ISSN
0303-7924
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?