Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pengaruh Paparan Akut Asam Sulfat (HSO) dan Asam Nitrat (HNO) terhadap Penebalan 2 4 3 Septum Interalveolaris Tikus (The Effect of Acute Exposere Sulfuric Acid (H2SO4) and Nitric Acidd (HNO3) on the Interalveolar Septum Thickness of Rat)

Arief Darmawan - Nama Orang; SN Nurul Makiyah - Nama Orang;

Udara merupakan faktor penting dalam kehidupan. Pencemaran udara berpengaruh terhadap terjadinya hujan asam. Asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) dalam hujan asam dapat terinhalasi ke dalam sistem pernapasan. Alveoli adalah komponen fisiologik penting dari sistem pernapasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan akut material hujan asam berupa H2SO4 dan HNO3 terhadap gambaran histologi alveoli tikus. Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan subjek penelitian tikus putih (Rattus norvegicus) sebanyak 20 ekor jantan galur Spraque-Dawley berumur 3 bulan dengan berat badan rata-rata 200-300 gram, terbagi dalam 4 kelompok: kelompok I (kontrol), kelompok II (paparan H2SO4 8,4 mg/L), kelompok III (paparan HNO3 30 mg/L) dan kelompok IV (paparan H2SO4 8,4 mg/L dan HNO3 30 mg/L). Paparan diberikan akut selama 4 jam. Pengamatan histologi dilakukan melalui pengukuran ketebalan septum interalveolaris. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan septum interalveolaris kelompok paparan H2SO4 8,4 mg/L paling tebal, disusul kelompok paparan HNO3 30 mg/L, kelompok paparan H2SO4 8,4 mg/L dan HNO3 30 mg/L dan terakhir kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa paparan akut material hujan asam berupa H2SO4 (182,7%) dan HNO3 (129,9%) menyebabkan penebalan septum interalveolaris tikus.Kata Kunci: Alveoli, H2SO4, HNO3, hujan asam, ketebalan septum interalveolaris


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Jurnal Kedokteran Brawijaya, 27 (2) 2012 : 66-70
A0003044
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Jurnal Kedokteran Brawijaya, 27 (2) 2012 : 66-70
Penerbit
Malang : FK Universitas Brawijaya., 2012
Deskripsi Fisik
5p
Bahasa
ISBN/ISSN
0216-9347
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
SULFURIC ACIDS
NITRIC ACID
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?