Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Efek Oksigen Konsentrasi Tinggi Pascaoperasi Laparotomi pada Peritonitis terhadap Tingkat Infeksi Luka Operasi (Effect of Laparotomy Post-Operative High Concentration Oxygen in Peritonitis to Surgical Wound Infection Level)

Wildan Djaya - Nama Orang; Reno Rudiman - Nama Orang; Kiki Lukman - Nama Orang;

A simple method to improve oxygen pressure to tissue perfusion adequately is by increasing the concentration of inspired oxygen.We therefore tested the hypothesis that the supplemental administration of oxygen during the post-operative period decreases the incidence of wound infection.We randomly assigned 102 patients at Dr. Hasan Sadikin Hospital who underwent exploratory laparotomy due to local and diffuse peritonitis to receive 30 percent or 80 percent inspired oxygen for two hours post-operation. The 30% oxygen was obtained from the nasal canule and 3 litres of oxygen whereas 80% oxygen was obtained from non-rebreathing mask and 10 litres of oxygen. Using the single-blind protocol, wounds were evaluated before the patients were discharged or 7 days post-operative and then two weeks after surgery. The clinical trial was performed at Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung between October 2009–May 2010. From the 51 patients who received 80% oxygen, 2 (4%) had surgical-wound infections, whereas from the 51 patients given 30 percent oxygen, 9 (18%) had surgical-wound infections. The length of hospital stay for both groups were the same. In conclusion that post-operative administration of high concentration ofoxygen can reduce the incidence of surgical-wound infections.

Key words: Laparotomy, oxygen, periotonitis, surgical wound infection


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi MKB: Majalah Kedokteran Bandung, 44 (3) 2012 : 165
A0003031
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
MKB: Majalah Kedokteran Bandung, 44 (3) 2012 : 165
Penerbit
Bandung : FK UNPAD., 2012
Deskripsi Fisik
5p
Bahasa
ISBN/ISSN
0126-074x
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
OXYGEN
Surgical Wound Infection
LAPARATOMY
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?