Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Keberhasilan Fusi Tulang Belakang pada Spondilitis Tuberkulosis

Agus Rahadian Rahim - Nama Orang; Bambang Tiksnadi - Nama Orang; Nucki N. Hidayat - Nama Orang;

Fusi tulang belakang pada spondilitis tuberkulosis bertujuan untuk menghilangkan sumber infeksi, koreksi deformitas, dan mengatasi komplikasi neurologis. Data tingkat keberhasilan fusi ini masih belum tersedia. Kendala lain adalah harga instrumentasi bermerek untuk operasi fusi tulang belakang sangat mahal. Penelitian studi kohort retrospektif ini untuk evaluasi keberhasilan fusi tulang belakang pada spondilitis tuberkulosis di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung tahun 2005–2009. Didapatkan 115 kasus spondilitis tuberkulosis yang dioperasi terdiri atas 34 (29,3%) kasus anterior decompresion spinal fusion (ADSF) dan 81 (70,7%) kasus dengan menggunakan instrumentasi posterior. Dari 81 kasus tersebut, terdapat 3, 27, 26, dan 19 orang berturut-turut mengalami fusi tulang belakang setelah 4, 3, 2, dan 1 tahun pascaoperasi. Hanya 6 kasus yang belum mengalami fusi. Tingkat keberhasilan fusi tulang belakang pada kasus spondilitis tuberkulosis terbukti tinggi, 93%. Selain itu, instrumentasi lokal dapat digunakan sebagai alternatif instrumentasi yang bersifat cost effective untuk tindakan operasi fusi tulang belakang pada kasus spondilitis tuberkulosis dengan p=0,63. Sebagai kesimpulan, kasus spondilitis tuberkulosis yang memerlukan tindakan operasi fusi tulang belakang dapat ditangani dengan baik di RS Dr. Hasan Sadikin, dengan tingkat keberhasilan tinggi dan cost effective. [MKB. 2011;43(3):134–9].


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Majalah Kedokteran Bandung 43 (3) 2011 : 135-140
A0002930
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Majalah Kedokteran Bandung 43 (3) 2011 : 135-140
Penerbit
Bandung : Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran., 2011
Deskripsi Fisik
6p
Bahasa
ISBN/ISSN
0126-074X
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
TUBERCULOSIS
SPONDYLITIS
SPINAL FUSION
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?