Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pengendalian Risiko Kesehatan karena Pajanan Merkuri pada Kegiatan Tambang Emas Tradisional di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah

Inswiasri Inswiasri - Nama Orang;

Increasing informal gold mining activities can cause environmental pollution and affected the public health. So that, the study was needed in order to assess health risk of population working in or living near informal gold mining and processing in Gunung Mas District, Central Kalimantan. Subjects in cross sectional study were 112 informal miners and 112 living near informal gold mining and processing. We measured content of mercury in ambient, water and fish; and interviewed the subjects. Subjects completed the questionnaire. Estimation of health risk assessment and system dynamics analysis to handle the health risk were conducted too. Detection of mercury using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) and cold vapour method was conducted at Ecology Health Research Center Laboratory. The result showed that; the mean concentration of airborne mercury was 0.072 + 0,0198 mg/m3 in mining area and 0.0369 +0,0092 mg/m3 in out side of mining area respectively. The highest mean level of mercury in fish 0.3167 ppm from market in Kurun District. Intake of inhalation mercury 0.02285 mg/kg, day for miners and 0.01406 mg/kg, day for non-miner living near the informal mining and processing. Mean of RQ inhalation 76.160 for miners and 46.876 for non-miners living near the informal mining and processing. RQ inhalation tend to increase time to time. The miners have to handle mercury emission using retort.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Jurnal Ekologi Kesehatan 10 () 2011 : 168-179
A0002846
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Jurnal Ekologi Kesehatan 10 (3) 2011 : 128-143
Penerbit
Jakarta : Puslitbang Ekologi dan Status Kesehatan., 2011
Deskripsi Fisik
16p
Bahasa
ISBN/ISSN
1412-4025
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
AIR POLLUTION
mercury
RISK ASSESSMENT
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?