Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Kajian Epidemiologi Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan yang Disebabkan oleh Amuba di Indonesia

Anorital - Nama Orang; Lelly Andayasari - Nama Orang;

The intestinal infection caused by amoeba is one of the three diarrhea causes appears to be a public health problem with high incidence in the community. Amebiasis is caused by Entamoeba histolytica, can be differentiated from non pathogen Entamoeba hartmanni and Entamoeba coli. Morphologically of Entamoeba histolytica and Entamoeba dispar are very similar. However, based on the diagnosis utilizing molecular examination technique, in fact, the main cause of amebiasis is Entamoeba dispar. Amoeba dysentry can be found arround the world, having cosmopolite characteristic with incidences varying between 3-10%. In the developed countries with relatively better hygiene and sanitation, amoebiasis incidence is between 2-11%. In Indonesia, the amoebiasis incidence is`quite high, in the range of 10-18%. Whereas the mortality caused by amoebiasis is high enough between 1.9—9.1%, second rank after malaria. Several kinds of amoeba dysentri medicines were used, but Metronidazole is proven as the effective drug of choice for Entamoeba histolytica, both the cyste and trophozoite forms with minor side effect to the patients. Good personal hygiene and environmental sanitation practices are the major factors of this disease prevention. The main principle to prevent the spreading of amoebiasis infection is to cut the link of infection sources to human beings. Personal hygiene is focused on the management of individual behaviour, meanwhile environmental sanitation prevention focus lies on the better environmental management to cut the link of disease cycle.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol.21
A0002710
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan:21(1)2
Penerbit
Jakarta : Sekretariat Badan Litbangkes., 2011
Deskripsi Fisik
9p.
Bahasa
ISBN/ISSN
0853-9987
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
amebiasis
Intestinal Diseases
AMOEBA
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?