Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Kesediaan Pasien Tuberkulosis Melakukan Tes HIV Pada Program Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) (PITC)

Eti Poncorini Pamungkas - Nama Orang; Ari Natalia Probandari - Nama Orang; Maharani Indah Dewanti - Nama Orang; Pita Sekarhandiri - Nama Orang;

Today, the approach of the incidence of infection surveillance. Human Immunodeficiency Virus (HIV) has shiffed from voluntary approach Conselling and Testing (VCT) to the Provider Innitiated counselling and Testing (PITC) in the PITC, counseling and HIV testing be intergrated in the health service for example in health facillites that care for Tuberculosis (TB). At present PITC is still a new program in Indonesia that needs tobe evaluated. The purpose of this research to know the relationship between the level of formal education with a willingness to conduct HIV tests on patients in health facilities run PITC. The study uses an observational study design was cross sectional analytic approach (cross sectional). The sample was suspected TB patients with TB and HIV risks that come in health run PITC during May 1 to October 31, 2009 as many as 42 people. Data obtained by filling out the questionnaire about the patient data and the willingness of an HIV/test. Data taken after counseling. The data were analyzed with bivariate analysis. The results showed that there is a correlation between levels of formal education with a willingness to conduct HIV tests, but not statistically significant (p=1.17, OR=146.CI=0.03-21.69). dvocacy on the importance of HIV leasting of health workers in HIV-risk population groups, such as TB need to be intensifled. Education, information and advocacy are more effective may be able to increase the willingness HIV tests.



Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Jurnal Respirologi Indonesia:31(3)2011:122-127
A0002249
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Jurnal Respirologi Indonesia, 31(3)2011:122-127
Penerbit
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia., 2011
Deskripsi Fisik
5p.
Bahasa
ISBN/ISSN
0853-7704
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
HIV
TUBERCULOSIS
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?