Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pengaruh Partisipasi Tenaga Teknis Kefarmasian dalam Menurunkan Angka Kejadian Medication Error di Bangsal Penyakit Dalam RS RK Charitas Palembang

Sarmalina, S. - Nama Orang; Paryanti - Nama Orang; Sonlimar, M. - Nama Orang;

Medication eror adalahkejadian yang menggunakan pasien akibat penanganan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (human error) yang sebetulnya dapat dicegah Medication error dapat diklasifikasi menjadi dispensing errors and administration erroes. Penyebab ledication error antara lain komunikasi yang kurang bai, baban kerja sistem distribusi dan peran tenaga farmasi belum maksimal. Telah dilakukan penelitian disalah satu bangsal di RS Charitas Palembang melalui kehadiran dan partisipasi aktif dari tenaga teknis kefarmasian (TTK) di bangsal perawatan, dengan pendekatan pre dan post. Bentuk partisipasinya adalah dengan melakukan pengecekan kesesuaian antara Catatan Medik (CM). Resep (R). Catatan pemberian Obat Perawat (CPO) meliputi data klentitas pasien, nomor Rekam Media (RM), nama, jumlah bentuk sediaan kekuatan sediaan, dosis, serta aturan pakai obat pasien. Penelitian menunjukkan ada perbedaan kejadian medication error pada tiap tahap pengambilan data, dan keberadaan TTK yang berpartisipasi aktif terbukti menunrunkan angka kejadian medication error dengan nilai odds ratio 4,055. Medication error yang paling sering terjadi adalah pada fase administrasi 81.32%. sedangkan pada fase prescribing masih error 15.88 % dan fase intranscribing 2.8%.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Majalah Kesehatan Phara Medika:3(1)2011: 211-216
A0002229
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Majalah Kesehatan Phara Medika,3(1)2011: 211-216
Penerbit
Jakarta : FK. Universitas Yarsi., 2011
Deskripsi Fisik
5p.
Bahasa
ISBN/ISSN
2085-5648
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
PHARMACY
MEDICATION ERRORS
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?