Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pengaruh Perlakuan terhadap Tingkat Kelelahan Jemaah Haji dengan Pes Planus di Fase Armina, Arab Saudi

Syarief Hasan Lutfie - Nama Orang;

Aktifitas yang tinggi selama ibadah haji depat memicu kelelahan, apalagi bagi mereka yang mempunyai bentuk lengkung kakai leper (pes planus). Pes planus menyebabkan seseorang cepat mengalami kelelahan otot tungkai bawah. Hal ini dapat menganggu pelaksanaan ibadah haji terutama pada fase Amina (arafah-Mina) yang merupakan face yang paling berat dengan banyaknya kegiatan fisik berjalan terutama pada saat melempar jumrah. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilakuan yang tepat jumlah haji dengan pes planus sehinga terhidar dari kelelahan di fase Amina. Penelitian ini dilakukan sebelum keberangkatan dan saat berada di Arab Saudi,. Studi potong lintang dilakukan sebelum keberangkatan pada 1920 orang calon jamaah haji jakarta Timur untuk mengetahui pes planus. Thap kedua secara randomisasi blok dengan match pairing berdasarkan umur dan jenis kelamin, dari 172 orang pes plqnus dibuat 4 kelompok perlakuan. Kelompok A, mendapat latihan kontinu & insol, kelompok B mendapat latihan kontinyu, kelompok C mendapatkan insol saja sedangkan kelompok D mendapatkan perilaku eduksi, Tahap ketiga selama 7 hari fase Amina dilakukan pengamatan/pemeriksaa terhadap terjadinya kelelahan. Penilaian kelelahan dilakukan menggunakan kuesioner dan selanjutnya dihitung skor kelelahan subyek studi. Hasilnya Kelompok A mempunyai skor paling rendah yaitu sebesar 15,26+)2,56). Program latihan kontinyu dan penggunaan insol (perilakuan kelompok A) dapat mencegah kelelahan pada fase Amina.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Cermin Dunia Kedokteran:38(3)2011:202-204
A0001731
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Cermin Dunia Kedokteran:38(3)2011:202-204
Penerbit
Jakarta : Kable Farma., 2011
Deskripsi Fisik
3p,
Bahasa
ISBN/ISSN
0125-913X
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?