Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pengobatan Malaria Falciparum dengan Artemeter di RSUD 1. A Moeis Samarinda

Tommy Kartono - Nama Orang; Sinta Murti - Nama Orang;

Malaria masih menjadi penyebab kesakitan dan kematian pada anak dan oarang dewasa di kawasan tropis seperti Indonesia, khususnya Kalimantan Timur Saat ini telah ditetapkan pedoman penatalaksanaan Malaria yenag baru dari Depkes RI dan WHO. Salah satu pengobatan terkini untuk kasus malaria falciparum adalah penggunaan golongan artemisin, baik oral maupun injeksi (termasuk artemeteri). Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai pengobatan malaria falciparum dengan artemeter di RSUD 1 A Moeis Samarinda, Kalimantan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Data diambil dari rekam medik penderita malaria faciparum yang rirawat di Bagian Penyakit Dalam RSUD 1A Moeis Samarainda dari Januari 2008 sampai akhir januari 2009. Dari 36 orang penderita malaria faciparum yang mendapat terapi artemeter, masih terdapat 6 (16.67%) orang dengan plasmodium falciparum positif (PF+) pada pemeriksaan mikroskopis ulang. Karakteristik klinis laboratorium keenam penderita itu berupa anemia (66,66%), ikterus (66,66%), trombositopenia (66,66%), leukemia (50%); 83,33% pasien memiliki kepadatan parasit ++ atau lebih, dari 66,^^% pasien memiliki lebih dari 1 karakteristik tersebut. Karakteristik tersebut disinyalir mempengaruhi kerja artemeter sehingga menyebabakan kegagalan pengobatan atau berulangnya ksus malaria falciparum. Namun, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Cermin Dunia Kedokteran: 38(7)2011:511-512
A0001716
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Cermin Dunia Kedokteran: 38(7)2011:511-512
Penerbit
Jakarta : Kable Farma., 2011
Deskripsi Fisik
2p.
Bahasa
ISBN/ISSN
0125-913X
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?