Text
Problem Pengolahan Gangguan Jiwa yang Lzzim di Pelayanan Primer
Gangguan jiwa yang lazim (common mental disoroder), termasuk di dalamnya anxietes dan depresi, merupakan masalahkesehatan yang seringditemukan di masyarakt dan sifat universal. Survai World Health Organization (WHO)di pelayanan kesehatan primer pada tahun 1996, mendapatkan sekitar 24% pasien menderita gangguan jiwa, yang terbanyak adalah gangguan anxietas dan gangguan depresi. Beberapa studi mengungkapkan bahwa apabila gangguan-gangguan tersebut tidak terdeteksi dan tertatalaksanaan dengan baik, dapat menyebabkan timbulnya kendala bagi penderitanya, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial – okupasional karenaya, petugas kesehatan di pelayanan primer yang merupakan ini terdepan harus memiliki kemampuan mendeteksi dan mampu mengelola gangguan jiwa yang lazim tersebut. Terdapat beberapa kendala yang menyebabkan sulitnya deteksi pasien dengan gangguan tersebut, baik dari pihak petugas kesehatan di pelayanan primer, pihak pasien, problem dalam hal konsultasi itu sendiri, dan sistem pelayanan kesehatan, yang juga memberikan pengaruh pada pengolahan gangguan juwa yang lazim secara komprehensif. Beberapa alternatif solusi yang mungkin dapat dilaksankan adalah memberi palatihan kepada petugas kesehatan di pelayanan primer, membuat instrumen diagnostik dan terapi yang singkat, sederhana dan mampu, laksana, melakukan perubahan dalam sistem kedokteran, melakukan edukasi terhadap masyarakat untuk mengurangi stigma tisasi, edukasi terhadap petugas kesehatan di pelayanan primer mengenai pentingnya deteksi dini dan pengelolaan gangguan jiwa yang lazim secara adekuat dan mengembangkan riset untuk advokasi bijakan pemerintah
Tidak tersedia versi lain