Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Profil Tinggi Badan Anak Usia Baru Masuk Sekolah (TBABS) di Beberapa Kabupaten/Kota di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2007

Hermina Hermina - Nama Orang; Sri Muljati - Nama Orang;

Background: One of nutrition indicator is determined by good quality of human resource reflected by anthropometry such as body height. Objectives: The aim of th1s analysis is to measure the height of pre-elementary school children in rural and urban Indonesia. Methods: Data source of this analysis is Riskesdas Data (2007). Analytic unit of this study was house hold who had new prelimenary school children. (6-7 years old). Variable which was anthropometry data, height for age and sex, was analysed using software anthropometry plus WHO 2007 as standard reference. Other variables were social economic, head of family's job, living place (rural or urban) and income expenditure per-capita (kuintil). Results: This result shows that prevalence of pre-elementary school children having stunted is 28.4%. Whereas having normal height standard (WHO 2007) is 90.4%. There is no significant difference between boys and girls' height. However, children's height in rural and urban are different signicantly. More short pre-elementary students are found in rural than urban area. No significant relationship is found beetwen house hold social economic status and children's height. Conclusions: Prevalence of pre-elementary school children having stunted is 28.4%. More short pre-elementary students are found in rural than urban area.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Penelitian Gizi dan Makanan, 33 (1) 2010 : 42-50
A0001504
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Penelitian Gizi dan Makanan, 33 (1) 2010 : 42-50
Penerbit
Bogor : Puslitbang Gizi dan Makanan., 2010
Deskripsi Fisik
9p
Bahasa
ISBN/ISSN
0125-9717
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
body height
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?