Text
Types, Mechanisms and Prevalence of Post-Exercise Proteinuria
Proteinuria terpicu kegiatan olahraga adalah fenomemon biasa walau pun mekanismenya belum diketahui dengan jelas. Terdapat tiga jenis proteinuria yaitu glomerular, tubular dan overflow (Iimpahan). Intensitas dan durasi kegiatan olahraga dapat menentukan apakah protenuria yang terjadi adalah proteinuria glomeruler atau proteinuria campuran glomeruler¬tubuler. Olahraga dinamis menimbulkan peningkatan ekskresi protein uriner, yang volumenya tergantung kepada intensitas olahraga. Walau pun mekanismenya belum dimengerti secara tuntas, mekanisme fenomena transien dan reversibel ini tampaknya adalah kombinasi antara alterasi hemodinamika intrarenal, fungsi dinding kapiler glomeruler serta kapasitas reabsorpsi protein oleh tubulus renalis. Besar kemungkinannya bahwa proteinuria glomeruler terjadi pada semua tingkat intensitas olahraga, sedangkan proteinuria tubuler menjadi lebih prominen pada intensitas yang lebih tinggi atau pada olahraga dengan intensitas sedang dengan durasi panjang. Beberapa studi yang menggunakan intervensi farmakologis menunjukkan dengan jelas bahwa sistem endokrin terlibat dalam pembentukan proteinuria olahraga. Disamping pengaruh intensitas olahraga pada proteinuria, jenis kelamin juga dapat menjadi suatu faktor. Telah dipostulasikan bahwa endokrin terlibat dalam alterasi permeabilitas membran glomerulus terhadap protein.
Tidak tersedia versi lain