Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Faktor Risiko Hepatitis B pada Tenaga Kesehatan Kota Pekanbaru

Rina Amtarina - Nama Orang; Arfianti - Nama Orang; Andi Zainal - Nama Orang; Fifla Chandra - Nama Orang;

Hepatitis B is still the one of serious public health problem in the in the world including Indonesia. Transmission of hepatitis Bvirus (HBV) is sstrongly association with use of contaminated blood products. For many people intected with HBV, rsik factors of transmission are unknow. We examined risk factors for acquiring HBV in health care worker. This research was done by retrospective to blood participants who tested positive for HBs antibody or HBs antigen, using a questionaire participants divided into 2 groups. Had/having exposed to VHB with anti –HBs Psoditive negative or Hbsag positive, anti HBs negative and never had exposed to VHB with Hbsag and anti-HBs negative Positive antiHBs were identified in 32 (29,1%) of 110 participants. Positive HBs antigen anti-HBs negative was identified in 1(0.9%) of 110 participants. In questionnaire analysis significant risk factors for HBV infection among HBs antibody-positive participants were tooth extraction in 29 (90.6%), and needle stick injuries in 18 (56.2%) of 32 participants.only 3(9.3%) of 32 participants with HBs antibody – positive had history of post infected HBV for several years ago. In 1 participant with HBs antigen-positive, significant risk factors were needie stick injuries, acupunture, tooth extraction, and contract person. The most significant risk factores for transmission of hepatitis B in health care worker in Pekanbaru city are tooth extraction and needis strick injuries.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Majalah Kedokteran Bandung:41(3):156-162
A0000350
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Majalah Kedokteran Bandung:41(3):156-162
Penerbit
Bandung : FK Universitas Padjaran., 2009
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
0126-074X
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
hepatitis b antibodies
RISK, FACTORS
HEALTH MANPOWSE
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?