Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Restless Legs Syndrome and Impact on Work Performance

Diana Samara - Nama Orang;

Retless legs syndrome (RLS) is a neurological sensorimotor disorde characterized by supleasant sensations in the legs and an unconttrollable urge to move them for relief. The RSL prevalence in the general population is 0.1%-11.5%, and increases with age, with the highest effects of producing a primary sleep disorder (70%-80%).Women appear to be at increased risk, as do indiwiduals with certain shronic condition, including renal failure and anemia. The pathophysiology of RLS is incompletely understool, but it probably results from derangements in dopamine and iron metabolism, and has a genetic component. RSL could be idiopathic or secondary (Usually related with iron deficiency, terminal renal failure, pregnancy, and spinal cord lesions). RLS patients usually have sleep disorders, so the disease can cause difficulties and problems in occupational and social life. Subjects with RLS symptoms appear to experience significantly more daytime problems, including being late work, making errors at work, or missing work because of sleepiness.The diagnosis of RLS is made by following the criteria of the International Restless Legs Synrome Study Group (IRLSSG). Pharmacologic RLS therapy, inwhich dopaminergic drugs constitute the first line, is effective and may have a dramatic effect on symptoms and quality of life. Identifying and treating RLS may improve sleep quality, daytime function and work performance.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Universa Medicina:28(1):42-48
A00003012
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Universa Medicina:28(1):42-48
Penerbit
Grogol Jakarta : Trisakti University., 2009
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
English
ISBN/ISSN
1907-3062
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
WORK
SLEEP DISORDERS
RECTLESS LEGS SYNDRO
SLEEP DISCORDERS
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?