Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Legionella Pneumophila Infection (Infeksi oleh Legionella Pneumophila)

Ludong, Marina M. - Nama Orang; Astrawinata, Dalima - Nama Orang;

Legionella pneumophila infection first came to attention after the outbreak in 1979 which was later known as Legionnaire's disease. There was a similar epidemic with milder symptoms in 1968 that was known as Pontiac disease. The causal microorganism was not found by centers for disease control (CDC) until 1977. Transmission of the disease is commonly by aerosol formed from water environment or microaspiration of contaminated water. L. pneumophilla is an intracellular microorganism, living in the cytoplams of macrophage. Cellular immunity plays an important role in this disease. Legionella can be isolated from products of respiratory tract. It needs L-cystein and iron supplement for its growth. It is an organism characterised by non spore-forming, aerobic, negative Gram rodsa and flagellated. Patients with Legionnaire's disease showed acute sign at the lower respiratory tract, an infection similar to acute bronchopneumoniae. Erythromycin and 5-fluoroquinolon are the antibiotics choice of effective against L. pneumophilla, because its ability to penetrate cell membrane. Prevention and transmission control can be done by decontamination of portable water through chlorination or repeated heating until 55-75 degree C. Continous monitoring of water supplies in hospitals, offices and residental buildings is needed to prevent outbreak of this disease.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
A00000300
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Majalah Kedokteran Indonesia,45(4)1995:251-263
Penerbit
: ., 1995
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
legionnaires\' diseases
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?