Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

The Use of Antimalarial and Tuberculosis Agents at 8 Districts in Musi Rawas, Lubuk Linggau (Penggunaan Tuberkulostatika dan Antimalaria di 8 Kecamatan Kabupaten Musi Rawas, Lubuk Linggau)

Theodorus - Nama Orang; Permana, Firdaus Jaya - Nama Orang;

Accurate information about drug use in the community has three main applications. Firstly, audits of prescribing patterns can be conducted, perhaps to assess their appropriateness. Secondly, the data can be used to monitor cost associated with drug therapy. Thirdly, drug usage data can be used to investigate problems related to drug safety. According to WHO (1973), drug utilization was defined as the marketing, distribution, prescription, and use of drugs in a society, with special emphasis on the resulting medical, social, and economic consequences. In the developed countries, defined daily dose (DD) was used as an indicator of drug utilization or as unit of measurement. This study will attempt to assess drug consumption in Kabupaten Musi Rawas especially antituberculosis and antimalaria drugs by using DDD methodology, it has been found that drug consumption for rifampisin 300 mg is 0.2 DDD/1000/days; ethambuthol 250 mg is 0.5 DDD/1000/days; isonazid (INH) 100 mg is 1.6 DDD/1000/days; and klorokuin 250 mg is 0.7 DDD/1000/days. The use of INH is the highest (320 to 640 individuals were exposed to INH 300 mg) among antituberculosis drugs and the use of klorokuin is slightly high (224 individuals were exposed to klorokuin 500 mg).


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
A00000187
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Jurnal Jaringan Epidemiologi Nasional,(1)1995:25-2
Penerbit
: ., 1995
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
antimalarials
antitubercular agents
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?