Text
Sensitivitas dan Spesifisitas Metode Dot Blot Mengggunakan Antigen Outer Membrane Protein Klebsiella Penumoniae yang Direspons Secretory-Immunoglobullin A Sputum Penderita Terinfeksi Klebsiella Penumoniae
Lebsiella Pneumoniae (K penumoniae) termas dalamgenus Klebsiella, merupakan penghuni normal traktus digestvus. Paa manusia K.pneumonia dapat menyebabkan infeksi saluran napas di samping infeksi lain di luar system pernapasan misalnya infeksi saluran kemih,infeksi nosokomial dll. Selama ini, untuk mengidentifikasi kuman ini digunakan metode pengecatan dan kultur, yang memerluan waktu lama. Penelitian ini bertujuan mendeteksi kuman K. pneumonia yang terdapat pada sputum penderita batuk mengunakan prinsip reaksi serologis metode Dot blot dengan melihat respons imun humoral Secretory Immunoglobin A (s-IgA0 terhadap antigen spesifik Outer membrane Protein (OMP) kuman K. penumoniae. Ntode penelitian dilakukan secara eksploratif dilanjutkan dengan analisis uji diagnosis. Bahan berupa 110 sampel sputum penderita batuk yang diperiksa dilaboratorium Mikrobiologi Klinik RSA Malang dengan melakukan kultur. Hasil pemeriksaan kultur diginakan sebagai standard emas pada uji diagnosis. Isolasi OMP K.pneuminiae sebagai antigen spesifik diperoleh dari penderita betuk dengan kultur K.pneumoniae psitif. Dilanjutkan sebagai antigen spesifik diperoleh dari penderita batuk dengan kultur K. pneumonia positif. Dilanjutkan dengan identifikasi adanya respons imun s-IgA yang terdapat pada sputum dengan cara Western blotting. Tahap selanjutnya penelitian uji diagnostika dengan metode fot blot protein spesifik OMP paa 110 sampel sputum. Hasil penelitian ternyata menunjukkan bobot melul OMPK penumoniae sebear 20 kDa direspons oleh s-Iga Peeriksaan respons iun humoral s-igA terhadap antigen 20 kDa K.pneumoniae sedangkan hasil pemeriksaan Dot blot dan berdasarkan baku emas pemeriksaan kultur pada 110 sampel sputum didapatkan pada cut off mean 124,91 nilai sensitivitas 83,33%, spesifisitas 87,79%, prediksi 45,45% dan predikasi negative 97,72%. Dalam penerapan klinik masih perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam lagi berkaitan dengan pengembangan metode ini.
Tidak tersedia versi lain