Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Telaah Lebih Jaun terhadap Prion: Protein Patologis sebagai Agen Penyakit

Siufui Hendrawan - Nama Orang;

The term prion, proteinaceous infectious particle, introduced by Stanley B. Prusiner. Nobel prize winner in 1982 for infectious agents called prions that cause disease, which is also known as transmissible spongiform ancephalopathies (TSEs), is a group of (TSEs), is a group of diseases that are fatal neurogeneratif in mammals, arising either genetic, infectious, or sporadic. Called spongiform encephalopathies because the mammalian brain is effected by the disease looks like a sponge, due to accumulation of large vesicles. Prion diseases that have been known, both in animals (scrapie, mad cow diseases that have been known, both in animals (scraple, mad cow disease) and humans (Creutzfeldt -jacob Disease, Gerstman-straussler-Scheinker Syndrome, Kuru, and Fatal Insomnia), can be developed over the years and all have been fatal. Although 15 years ago, there was skepticism, when B. Prusiner first time revealed tat disease-causing agent of TSEs is a protein molecule called a prion. Nowadays more more can be prved that the prion protein (PrPSc), pathological forms of cellular prion protein (PrPC), many accumulate in the brains of people with TSE. Protein PrPC in its development may have misfolded (misfolding) that changed konformasinya forming PrPSc. This protein PrPSc deposits in the brain will eventually lead to the emergence of abnormalities in the nervous system.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Ebers Papyrus, 15(2): 97-109
A00002642
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Ebers Papyrus, 15(2): 97-109
Penerbit
Jakarta : FK. Universitas Tarumanagara., 2009
Deskripsi Fisik
13p.
Bahasa
ISBN/ISSN
0854-8862
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?