Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

The Management of Malaria through the Community Participation in Berakit Riau Kepulauan (Penanggulangan Penyakit Malaria melalui Peran Serta Masyarakat di Berakit Riau Kepulauan)

Santoso, Siti Sapardiayah - Nama Orang; Zalbawi, Sunanti - Nama Orang; Pribadi, Wita - Nama Orang;

The massive problem of malaria in Berakit can be observed from the first year research report of 1982/1983 i.e. the parasite number 27.1-33.3 percent and spleen number 52.5-56.0 percent. The main parasite found was Plasmodium vivax and the potential malaria was Anopheles sundaicus. An intervention was conducted by giving malaria guidance books to the people there. This effort brought a better understanding on the malaria infector. Before the intervention the disease had been known as a destiny given by God, cause of evil spirits, but after the intervention the people knew that the disease was caused by mosquitos. They also knew the symptoms of malaria. Before the intervention they assumed the best ways to handle the disease were by taking pils of which it had the picture of mosquitos, working hard until they got sweat, or burning out mosquitos incense. After the intervention they knew that they had to avoid mosquitos stung and to take malaria pills. The social fund which was given by a research team and managed by malaria initiators was aimed to overcome variety of malaria diseases. The form of social fund was followed by one of the social community groups at the observed area. The action taken by initiators were by giving guidences from malaria guidence books, distributing malaria pills, suggesting people to go to 'Puskesmas' (Community Health Center) if one of their family members got sick. All those actions were the realization of people's role in overcoming malaria.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
A00000144
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Jurnal Jaringan Epidemiologi Nasional,(2)1995:21-2
Penerbit
: ., 1995
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
malaria
consumer participation
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?