Text
Pengaruh Faktor Organisasi Puskesmas terhadap Kinerja Bidang Desa di Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Pistu Padang Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2009
Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daam menurunkan angka kematian ibu adalah penempatkan bidan desa sejak 1990. Kebijakan ini merupakan langkah terobosan dalam rangka pemerataan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang bertujuan untuk menurunkan Angka Kamatian Ibu (AKI) dan Angka Kamatian Bayi (AKB). Berdasarkan survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sebanyak 307 per 100.000 kelahiran hidup (KH). Dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebanyak 20per 10000 KH ini masih belum sesuai dengan target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2010 yaitu AKI menjadi per 100.000 KH, dan AKB menjadi 15 per 1000 KH. Di Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2006 jumlah ibu hamil sebanyak 4,442 orang, secara keseluruhan jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan sudah mencapai 94,6%, namun demikian masih detemukan 5 kamatian ibu bersalin. Seangkan dari 4.033 kelahiran masih dijumapai 10 bayi lahir matu. Dimana 6 diantaranya terjadi di puskesmas Padang Matinggi. Penelitian deskriptif analitik inibertujaun untuk mengetahui Pengaruh Faktor Organisasi Puskesmas Terhadap Kinerja Bidan Desa di wilayah Kerja Puskesmas Padang Matinggi Kota Padang Simpuan Tahun 2009. Penelitian yang akan dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2009 ini diharapkan dapat member masukan bagi bidan desa, puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanulu Selatan. Teknik pengumpulan dan yang digunakan adalah wawancara menggunakan kuesioner dan untuk menganalisa pengaruh factor organisasi puskesmas terhadap kinerja bidan desa di desa di wilayah kerja Puskesmas Pintu Padang Kabupaten Tapanuli Selatan digunaan uji regresi linier beranda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92.5% kinerja bidan termasuk dalam kategori baik. Hasil analisa data dietahui bahwa sarana dan kepemimpinan mempunyai pengaruh terhadap kinerja bidan di desa sebesar 47,4%. Dan diantara ketiga aspek organisasi tersebut hanya sarana (sig. 0,015) dan insentif (sig. 0.000) yang mempunyai pengaruh yang signifikan kinerja bidan desa. Selanjutnya diberikan saran untuk terus melakukan upaya pembinaan dan komunikasi antara pimpinan dan bidan, serta melakukan pendrkatan kepada masyrakat supaya mereka mempunyai kesadaran untuk melaksanakan pemeriksaan kehamilan secara teratur dalam rangkaian menurunkan angka AKI dan AKB.
Tidak tersedia versi lain