Text
Deteksi Klinis Sklerosis Multipel
Penyakit sklerosis multiple dahulu diduga jarang terjadi di Asia karena iklimnya yang tropis, namun saat ini di beberapa Negara di Asia termasuk di Indonesia telah dilaporkan adanya kasus-kasus sklerosis multiple. Karena itu, penyakit iniperlu mendapatkan perhatian agar dapat dikenali lebih awal. Skerosis multiple adalah salah satu kelainan neurologi berupa inflamasi dan demielinisasi system saraf pusat. Sklerosis multiple terjadi karena proses autoimun yang dipicu oleh beberapa factor, di antaranya oleh virus. Penyakit multiple terjadi karena poses autoimun yang dipicu oleh beberapa factor, di antaranya oleh virus. Penyakit ini mempunyai gejala yang sangat bervariasi.Gejala umum yang sering terjadi adalah gangguan penglihatan, diplopia, ataksi, tremor, parestesia, kelemahan spastic anggota gerak, disfungsi kandung kemih, fatigue dan sebagainya. Diagnosis klerosis multiple ditegakan berdasarkan riwayat penyakit, gejala klinis, pemeriksaan neurologis dan pemeriksaan tambahan MRI, analisis cairan serebrospinal dan tes potensial cetusan (evoked potential). Penanganan penderita sklerosis adalah pendekatan tim perawatan kesehatan.
Tidak tersedia versi lain