Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Masalah Filariasis di Kabupaen Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sekar Tuti - Nama Orang; Armedy Ronny Hasugian - Nama Orang; Ryanti Ekowatiningsih - Nama Orang;

Problems in Indonesia are very complicated: there are 3 species of filarial worms like Wuchereria/W bancrofi, Brugia/B. malayi and B. timori. The study was done to identify filariasis situation in Sikka district, to complete the baseline data to be used in re-advocatng the local authority. Primary datasuch as acute (microfilaria rate/Mf-rate) and chronic stages were collected cross sectionally. Secondary data i.e. management, as well as elimination activities were collected retrospectively. It was found that Mf-rate at Masabewa and Wolorega villages was 14.5% and 19.8% respectively. The B timori infection was spread in all age groups, and an eleven months old female baby was found to be positive. There were 121 people with chronic stage; most of them were women (76%). Due to limitation of financial as well as human resources the implementation unit of mass treatment in this district was only covered village level. The preparedness of the program management in al administrative levels, as well as availability of supporting data like map of filariasis endemicity and KAP’s of the community were very limited. The study concluded that Sika is a high endemic filariasis area which needs a serious attention, support and commitment from the local authority and other relate institution on further elimination program. To support the success of the elimination program, the preparedness of program and case management in all administrative levels, as well as the KAP’s of the community should also be improved.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Berkala Ilmu Kedokteran, 41(4) 169-179
A00002389
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Buletin Penelitian Kesehatan:37(4) 169-179
Penerbit
Jakarta : Badan Litbang Kesehatan Depkes R.I.., 2009
Deskripsi Fisik
11p.
Bahasa
ISBN/ISSN
0125-9695
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
filariasis
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?