Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Hubungan antara Recurrent Aphthaestomatitis dan Kadar Hormon Reproduksi Wanita (The Relationship Betwen Recurrent Aphthae Stomatitis and Reproductive Hormones Levels)

Farida Soetiarto - Nama Orang; Anna Maria - Nama Orang; Sri Utami - Nama Orang;

Recurrent Aphtae Stomatitis (RAS) is a common disease with unknown specific etiology. One of its predisposing factors is hormonal imbalance which is related to menstrual cycle Objective: To compare the women reproductive hormone level between RAS and non-RAS patients. Methods: A case control study involving women, 40 with RAS and 40 non-RAS from Oral Medicine Clinic, Faculty of Dentistry-Indonesia University was performed. The inclusion criteria were women within the reproductive age. Patients with any hormonal therapy, hysterectomy and ovarian-ectomy history were excluded. Patients were interviewed and the blood level of Estradiol, L.H., Prolactin F.S.H wre measured on the 7th day, and Progesterone was measured on the 21st day of the menstrual cycle. Result: The hormone level in both groups were within normal range for Estradiol (48-3-9 pg/ml), L.H (1-8 mLU/ml), Prolactine (1.39-24.2 ng/ml) and FSH (4-13 mIU/ml). A higher percentage of the women RAS had a Progesterone hormone level lower than normal than that of women without RAS (72.5% vs 45%, OR 3.222, C.I. 1.212; 8.562, p=0.013). From the interview it was apparent that family history of having RAS is significant in the RAS group compared to non-RAS. Conclusion: Progesterone hormone level lower than normal is a predisposing factor for RAS in women.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Buletin Penelitian Kesehatan, 37(2): 79-86
A00002385
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Buletin Penelitian Kesehatan, 37(2): 79-86
Penerbit
Jakarta : Badan Litbang Kesehatan Depkes R.I.., 2009
Deskripsi Fisik
8p
Bahasa
ISBN/ISSN
0126-1312
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
reproduction
ST0MATITIS, APHTHOUS
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?