Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Clinical and Laboratory Aspect of Leptospirosis in Humans

I Made Setiawan - Nama Orang;

Leptospirosis is a world-wide zoonotic disease, especially in tropical and subtropical regions. The disease is found in rural and areas with poor environmental conditions. The spectrum of human disease ranges from subclinical infection to severe clinical disease with multi-organ failure (Weil’s disease) and high mortality rate, and depends both on the host and the infecting serovar. Leptospirosis may occur either sproradically or in the context of and outbreak and is commonly related to occupational or recreational activities that involve direct contact with the urine of animal species that are reservoirs of the disease. The disease infects man trough contact with contaminated environments or direct contact with carrier animals such as rats, dogs, cattle, pigs, etc. Leptospirosis has clinical symptoms similar to such disease, malaria, typhoid, influenza, thus laboratory methods are required for early detection to facilitate appropriate treatment of patients. The diagnosis of leptospirosis should be considered in any patient presenting with an abrupt onset of fever, chills, conjunctival sufflusion, headache, myalgia, and jaundice. Suspicion is further increased if there is a history of occupational or recreational exposure to infected animals or to an environment potentially contaminated with animal urine. Treatment commonly consists of administration of antibiotics such as penicillin, ampicillin, amoxicillin, tetracycline and doxycycline. Prevention by immunization is uncommon, as the available vaccines are ineffective in preventing the disease. In general, prevention is by avoiding environmental exposure.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Universa Medicina, 27(2): 87-97
A00001750
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Universa Medicina, 27(2): 87-97
Penerbit
Jakarta : Trisakti Universiti Press., 2008
Deskripsi Fisik
8p.
Bahasa
English
ISBN/ISSN
1907-3062
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
LEPTOSPIROSIS
CLINICAL LABORATORY TECHNIUES
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?