Text
Profil Penderita Tuberkulosis Aanak di Puskesmas Derek Tahun 2004/2005
Penyakit Tuberkulosis (TBC) meupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakt. Di Negara sedang berkembangan penyakit TBC menyerang 1,3 juta anak dengan 450 kematian tiap tahunnya. Di wilayah kerja puskesmas Darek selama periode tahun 2004/2005 didiagnosis 30 anak menderita TBC dan menjalani pengobatan; ratio penderita TBC Anak dan TBC Menular (BTA positif (BTA positif) 1:7 pada tahun 2004 menjadi 1:3 pada tahun 2005. Studi ini bertujuan mengetahui gambaran klinis, yang selanjutnya menjadi kriteria tersangka Tuberkulosis Anak di Puskesmas Darek selama periode tahun 2004/2005.Studi retrospektif atas data dari catatan pengobatan penderita (form TB 01) rekam medic penderita, surat rujukan baik raumah sakit, dikonfirmasi dengan keterangan petugas program TBC puskesmas. Diagnosis ditegakan berdasarkan Konsensus IDAI tentang Alur Deteksi Dini dan rujukan TBC Anak, dari 30 anak yang didiagnosis TB anak, laki-laki dan oerempuan hamper sama, sebagian besar (80%) pada usia balita dan pra remaja (1-9 tahun). Malnutrisi dijumpai pada 18(60%) anak gizi kurang dan 2 (6,7%) anak gizi buruk. Indikator untuk menegakkan diagnosis tersangka TBC anak di puskesmas Darek adalah kontak erat dengan TBC BTA (+) 22 anak (73,3%), penurunan berat badan 21 anak (70%), batuk kronis 17 anak (56,7%), demam berulang 12 anak (40%), limfadenitis TB 4 anak (13,3%), dan TBC kulit 1 anak (3,3%). Gambaran rontgen yang sugestif TBC didapatkan pada 29 anak (96,7%). Setelah pengobatan MDR selama 2 bulan atau fase awal, terjadi peningkatan berat badan antara 0,5-3,5 kg dengan rata-rata 1,52kg
Tidak tersedia versi lain