Text
Perbandingan Kualitas Pemeriksaan Mikroskopis di Puskesmas dengan Error Rate Tinggi dan Rendah di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat
Salah satu masalah yang ada dalam program Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis Paru adalah mutu pemeriksaan dahak oleh petugas laboratorium. Error rate Kabupaten Ketapang pada tahun 2007 adalah 12,3%. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai kualitas pemeriksaan mikroskopis pada petugas laboratorium di puskesmas yang mempunyai eror rate dengan membandingkan pada puskesmas error rate rendah. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Sampel penelitian adalah seluruh petugas laboratorium di 29 puskesmas Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, yang terdiri dari 11 Puskesmas dengan Frror Rate rendah dan 18 Puskesmas dengan Error Rate tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas eror rate umumnya melakukan secara benar dalam pengambilan sampel dahak (72,8%), penggunaan alat laboratorium (0.9%0, cara fiksasi (100,0%), cara pewarnaan slide BTA (81,8%), dan pembacaan hasil pemeriksaan (100,0%), Masih banyak petugas laboratorium pada Puskesmas Error rate yang melakukan kesalahan mulai dari pengambilan sampel dahak sampai pembacaan hasil dibawah mikroskop, seperti dalam pengambilan dahak (33,3%), penggunaan alat laboratorium (22,2%), cara fiksasi (38,9%), cara pewarnaan slide BTA (27,8%) dan pembacaan hasil pemetiksaan (16,7%). Untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan dahak oleh petugas laboratorium Puskesmas masih diperlukan pelatihan petugas secara intensif, supervise, melengkapi srana laboratorium dan uji kalibrasi mikroskop.
Tidak tersedia versi lain