Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Perbandingan Pemeriksaan Interferon Gamma Darah dengan Uji Tuberkulin untuk Diagnosis Tuberkulosis Paru di RSUP Persahabatan Jakarta

Ahmad Subagyo - Nama Orang; Tjandra Yoga Aditama - Nama Orang; Dianiati K. Sutoyo - Nama Orang; Lia Gardenia Partakusuma - Nama Orang;

Until now, most of diagnosis requires detection of bacteria that ianosis TB. The TST was, until recently, the only test avilable for dcaused TB. If the bacteria are not found, we ned different tool to diagnosis of TB infection, but this test has limitation. Whole blod interferon gamma assay with ELISA have led to promising alernative.. Diagnostic test was perform to compare the accuration of blood IFN—y assay with tuberculin skin test in lung TB. Tuberculin skin test was performed using 2-TU dose of purified protein derivative RT 23 and the IFN-y assay was performed by measuring IFN-y response to EAST-6 and CFP-10. There wer 94 participants (47 confimed TB patients and 47 no identfiable risk of M.tb infection) completed the study. For the IFN-y assay with 0.35 IU/ml cutoff, the positive response rate in TB patients were 39 of 47 subject and in healthy volunteers were 21 of 47 sbject. For the TST with a 13 mm nduration cutoff, the positive response rate in TB patients were 38 of 47 subject and in healthy volunteers were 0 of 47 subject. Sensitivity, specificity, PPV the IFN-y assay were 83,0%, 55,3%, 65,0% dan 76,5%. Sensitivity, specificity, PPV and NPV the TST were 8,9%, 100% dan 83,9%. There were significants corrrelation (p=0,000, Spearman test) between blood test and skin test with weak correlation (r=0,286) and positive direction. Sensitivity IFN-y was better than TT, but specificity TST was better than IFN-y.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Jurnal respirologi Indonesia, 28(2:60--72
A00001865
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Jurnal respirologi Indonesia, 28(2:60--72
Penerbit
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia., 2008
Deskripsi Fisik
13p..
Bahasa
ISBN/ISSN
0853-7704
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
diagnosis
TUBERKULOSIS, PULMONARY
TUBERKULOSIS TEST
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?