Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Penanggulangan fasciolopsiasis melalui pemberian obat 2 (dua) setahun di Kabupaten Hulu Sungan Utara

Annida - Nama Orang; Amalia S. Liestiana - Nama Orang;

Fasciolopsis pertama kali dilaporkan pada tahun 1982 di desa Sei Papuyu, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan Infection Rate sebanyak 27 % dimana Infection Rate tertinggi 79,1% pada anak sekolah dengan diare sebagai manifestasi kliniknya. Sehingga sampel penelitian yang dipilih adalah anak-anak sekolah dasar sebagai masyarakat endemis Fasciolopsis buski di desa Kalumpang Dalam Kec. Babirik Kab. Hulu Sungai Utara. Penelitian ini merupakan penelitian dasar yang bersifat deskriptif observasional yang menitikbertakan pada insidensi Fasciolopsiasis dan pengobatannya selama 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada musim hujan dan musim kemarau. Hasil pemeriksaan tinja menunjukkan bahwa pada saat musim transmisi penularan Fasciolopsis buski lebih besar (8,26%) dimana didapatkan 7 orang posistif Fasciolopsiasis dari 7 orang positif Fasciolopsiasis dari 118 sampel. Pengobatan dilakukan langsung terhadap penderita Fasciolopsiasis tersebut berupa Prazilkuantel dengan dosis 30 mg/kg BB. Sedangkan pemeriksaan tinja pada musim kemarau menunjukkan adanya penularan kecacingan lain (8,91%) dan penularan Fasciolopsiasis yang cenderung menurun, yaitu ditemukan pada 2 orang anak dari 99 sampel (1,96%). Ada beberapa jenis telur cacing pada kecacingan lain yang berhasil ditemukan pada pemeriksaan tinja selain Fasciolopsis buski yaitu Ascaris lumbricoides, Ancylostoma duodenale, dan Enterobius vermicularis. Pengobatan yang dilakukan pada kecacingan lain tersebut adalah berupa Albendazole dengan dosis 10 mg/kg BB


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi BUSKI : Ed. 001 (16) 2008
A00002069
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
BUSKI : Ed. 001 (16) 2008
Penerbit
Kalimantan Selatan : Loka litbang P2B2 Tanah Bumbu Kal-Sel.Balitbangkes., 2008
Deskripsi Fisik
6 p
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
TEMATODE INFECTIONS
PRAZIQUANTEL
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?