Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Sensitivity Pattern of Corneal Ulcer Bacteria against 12 Antibiotics (Pola Kepekaan Kuman Penyebab Ulkus Kornea terhadap 12 Macam Antibiotika)

Winarto - Nama Orang;

Corneal ulcers is one of the difficult case to handle, most of them causes a blindness. It needs an antibiogram in order to choose drug of choice, however, it takes time. So sensitivity patterns is important as guidance to choose an initial antibiotic treatment to the patient. Sensitivity test of 42 isolates from 33 corneal ulcer patients against 12 antibiotics have been done, using disc diffusion methods. The microbes isolated are staphylococcus epidemidis (42.8 percent), pseudomonas aeruginosa (21.4 percent), alcaligenes fecalis (24.4 percent), enterobacter (9.5 percent) and staphylococcus aureus (4.9 percent). Resistance rate of almost all bacteria more than 50 percent was found against chloramphenicol, tetracyclin, polymixin-B, neomycin and bacitracin. While against gentamycin, dibekacin, tobramycin and ciprofloxacin, around 70 percent or more were still sensitive. Erythromycin and augmentin (amoxycillin) are sensitive enough against gram (+) bacteria only, and about half of co-trimoxazole was resistant to all bacteria isolated. Most of the bacterias were sensitive to ciprofloxacin. It is concluded that the most prevalent of causative bacteria in corneal ulcer bacteria are staphylococcus epidermidis, pseudomonas aeruginosa and alcaligenes fecalis. They were resistant to widely used antibiotics, but highly sensitive to relatively new antibiotics. Multidrug resistant bacterias were encountered in more than 75 percent of all isolated bacteria.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
A00001383
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Majalah Kedokteran Diponegoro,31(3 4)1996:177-184
Penerbit
: ., 1996
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
antibiotics
corneal ulcer
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?