Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Isometric Exercise Detects Exaggerated Cardiovascular Reactivity and Delayed Cardiovascular Recovery in Normotensive Subjects with Family History of Hypertension Earlier than Isotonic Exercise Does.

Ikhlas M Jenie - Nama Orang;

Reaktifitas kardiovasa yang berlebihan terhadap olahraga berhubungan dengan kejadian hipertensi di kemudian hari. Subyek normotensi dengan riwayat keluarga hipertensi beresiko menderita hipertensi. Timbul pertanyaan, apakah subyek yang normotensi namun dengan riwayat keluarga hipertensi mempunyai hiperreaktifitas kardiovasa terhadap olahraga. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan penelitian ekserimental semu perbandingan dua kelompok Subyek melakukan olahraga isometik dengan menggunakan handrip dilanjutkan dengan olahraga isotonic dengan menggunakan sepeda ergometer (Monark, Sweden) Parameter kardiovasa yag diukur adalah darah dan frekuensi denyut nadi dengan kardiovasa alat ukur sign otomati (OMRON SEM-1, Japan). Pengukuran parameter kardiovasa dilakukan sebelum, selama, dan sesudah olahraga. Tekanan darah rata-rata, tekanan nadi, an rate pressure product dihitung dengan menggunakan formula. Reaktifitas kardiovasa merupakan selisih respon kardiovasa selaa dengan sebelum olahraga. Rekaveri kardiovasa merupakan selisih respon setelah dengan sebelum olahraga. Dapat disimpulkan bahwa mengalami hipereaktifitas kardiovasa terhadap isometric dan isotonic. Kecenderungan hiperreaktifitas kardiovasa serta pelambatan rekoveri kardiovasa pada subyek normotensi dengan riwayat keluarga hipertensi muncul lebih awal pada olagraga isometrik daripada olahraga isotonik


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Majalah Ilmu Faal Indonesi,8(1):31-38
A00002107
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Majalah Ilmu Faal Indonesi,8(1):31-38
Penerbit
Surabaya : Ikatan Ahli Ilmu Faal Indonesia., 2008
Deskripsi Fisik
4p.
Bahasa
English
ISBN/ISSN
0215-1995
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
hypertension
EVERCISE
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?