Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

  • Beranda
  • Profil
    Perpustakaan BKPKGaleri Kebijakan KesehatanPustakawan BKPK
  • Resources
    OPACRepositoryJurnal Berlangganan
  • Tautan
    Perpustakaan KemenkesKatalog Induk Nasional KesehatanHealth Science Journal of IndonesiaWeb Kebijakan Kesehatan
  • Berita
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

The Comparation between the Utilization and Unutilization of Nasogastric Pipe through the Recover Velocity of Gastrointestine Function on Elective Abdomen Postsurgery (Perbandingan Kecepatan Pulih Fungsi Saluran Cerna antara Tanpa Pipa Nasogastrik dengan Memakai Pipa Nasogastrik pada Pasca Bedah Abdomen Elektif)

Syam, Yanuar - Nama Orang; Lobo, Sergio G.C. - Nama Orang; Riwanto, Ign. - Nama Orang;

Although the recent research concluded that naso-gastric tube (NGT) is no longer necessary for elective abdominal surgery, up till now a lot of surgeon are still using it. To clear this doubt, a randomized controlled trial in Dept. of Surgery Dr. Kariadi Hospital/Diponegoro Medical Faculty, Semarang has been done. Forty eight elective abdominal surgery patients randomized in two group; nasogastric (NGT) group and non-nasogastric (non-NGT) one. Post-operative observation including : when do peristaltic, flatus, tolerance to oral intake and mobilization of patient start, and increasing the perimeter of the abdomen. The peristaltic and flatus appear significantly earlier in non-NGT group (p=0.042 and p=0.22 repectively) compared to NGT group although the increasing of the abdominal perimeter in the day 2 and 3 significantly higher (p=0.003 and p=0.06 respectively). The tolerance for oral intake and mobilization also appear significantly earlier in non-NGT group (p=0.001 and p=0.017 respectively). It is concluded that without NGT after elective abdominal surgery, the gastrointestinal function including peristaltic, flatus and the tolerance to oral intake appear earlier compared to using NGT. Therefore the patient can be mobilized earlier too.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
A00001378
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
Majalah Kedokteran Diponegoro,31(3 4)1996:121-131
Penerbit
: ., 1996
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
gastrointestinal diseases
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan dan Galeri Kebijakan Kesehatan BKPK merupakan pusat informasi dan referensi dalam bidang kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, kami menyediakan berbagai koleksi literatur ilmiah, laporan kebijakan, jurnal, buku, serta sumber daya digital lainnya yang relevan dengan sektor kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?